Saturday, August 11, 2012

Dampak Perceraian Terhadap Anak

Setiap ada perubahan dalam suatu keluarga, entah itu pernikahan, kelahiran adik baru, kematian, atau perceraian, selalu memberikan pengaruh bagi orang-orang yang terllibat di dalamnya. Ada sebagian orang berpendapat bahwa orang dapat hidup lebih baik atau bahagia setelah bercerai. Ada pula yang berpendapat bahwa perceraian bukanlah akhir dari kehidupan suami istri, ataupun menjadi jalan keluar yang baik. Namun, apapun itu orang tua yang bercerai harus tetap memikirkan bagaimana membantu anak mengatasi penderitaan akibat perpisahan tersebut.
Perlu diketahui, akibat dari perceraian perubahan tersebut pasti akan berdampak pada tumbuh kembang anak. Selain dampak fisik, seprti tidak mau makan, sakit-sakitan, mengompol kembali pada anak yang lebih kecil, ternyata orangtua juga berdampak terhadap psikologis anak. Selain itu perlu diketahui juga apabila seseorang ibu / istri lebih memilih bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang penuh dengan kekerasan, hal itupun juga akan berdampak pada psikologis anak, di antaranya yaitu anak cenderung akan meniru sikap kekerasan yang di tunjukkan oleh orang tuanya, selain itu kadang kala anak pun akan mengalami trauma atau ketakutan untuk menikah dan membangun relasi dengan lawan jenisnya, lebih menutup diri.
Bila memang harus sampai terjadi yang namanya perceraian, bagi para orangtua sebaiknya melakukan beberapa hal untuk menyikapinya, karena bagaimanapun perceraian itu memiliki dampak buruk yang sangat besar terlebih terhadap anak-anak. Dan berikut ini yang harus dilakukan orang tua :
  • Yakinkan anak bahwa perceraian maupun pertengkaran yang terjadi bukan karena kesalahan mereka, karena anak pun harus tahu bahwa memang orang tuanya sudah berpisah. 
  • Jangan pernah mengucapkan atau membicarakan hal – hal yang buruk kepada anak mengenai salah satu orangtua. Missal dengan terus mengatakan bahwa ayah atau ibu jahat. Hal ini akan membekas dalam ingatan anak hingga dewasa, pada anak tertentu akan menyebabkan ia menjadi dendam dan trauma hingga takut untuk menikah karena khawatir akan diperlakukan seperti itu. Katakan pada anak bahwa pertengkaran yang selama ini terjadi karena memang sudah tidak ada lagi kecocokan diantara orangtuanya. 
  • Berikan anak kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya baik positif maupun negative terhadap perceraian, tetapi dengan cara yang konstruktif. Tetapi dalam hal ini, orangtua tidak boleh melibatkan perasaan orangtua. 
  • Memberikan aktivitas yang menyenagkan bagi anak, sehingga secara perlahan mereka dapat mengatasi peristiwa traumatis yang terjadi.
  • Konseling dengan psikolog anak juga dapat menjadi opsi untuk dipertimbangkan.

1 comments:

  1. Water flows from a high place to a lower place. If the water that fell from a height
    bandar togel singapore terbaik indonesia

    ReplyDelete